Peran Kecerdasan Emosional Karakter Religius Santri (Studi Kasus Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin)

Authors

  • Siti Nuraizah Universitas Bondowoso
  • Hosaini Universitas Bondowoso

Keywords:

Kecerdasan Emosional, Karakter Religius

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya krisis moralitas yang sedang terjadi. Banyak sikap dan perilaku siswa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan karakter sebagai salah satu solusi untuk dapat membentuk watak yang baik. Salah satunya melalui pengintegrasian nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran. Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin Pakuniran Maesan Bondowoso menerapkan nilai karakter dalam pembelajaran akhlak sebagai pembentukan karakter, sehingga dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini fokus pada maksud dan tujuan sebagai berikut: (1) Bagaimana peran kecerdasan (emosional) karakter religius santri; (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam peran karakter di madrasah diniyah pondok pesantren syamsuth tholibin.
Tujuan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: (1) Kondensasi data; (2) Penyajian data; dan (3) Penarikan kesimpulan. Metode keabsahan data yang diperoleh peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini: (1) Nilai karakter yang diterapkan di dalam pembelajaran berupa penyampaian materi, pemahaman materi, berdo’a sebelum dan sesudah pembelajaran, membaca nadhom aqidatul awam dan membaca tashrifan sebelum proses pembelajaran. Sedangkan penerapan nilai pendidikan karakter di luar pembelajaran sebagai bentuk pengembangan karakter dan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari baik berhubungan dengan ibadah maupun hubungan dengan orang lain yang terdiri dari karakter kepada orang tua, guru, dan sesama santri berupa pembiasaan dan keteladanan; (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam peran kecerdasan (emosional) karakter religius santri adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi adat atau kebiasaan santri dan kemauan santri untuk dapat berubah. Sedangkan faktor eksternal meliputi orang tua, pendidikan, dan lingkungan pesantren melalui peraturan dan tata tertib, diantaranya wajib piket kebersihan dan kedisiplinan dalam kegiatan pesantren.

References

Ahsanulhaq, Moh. 2019. Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan. Jurnal Prakarsa Pedagogia. Vol. 2. No. 1.

Al-Baradja, Umar bin Ahmad. Al Akhlak Lil Banin Jilid II. Surabaya: Maktabah bin Akhmad Nabhan wa Auladah.

Azizah, Nur. 2014. Penanaman Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Weleri Kendal Tahun Pelajaran 2015/2016. Semarang: Skripsi UIN Walisongo Semarang.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2010. Kerangka Acuan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Republik

Indonesia.

Fathurrohman, Pupuk, dkk. 2013. Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Refika Aditama.

Gunawan, Heri. 2017. Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Halim, Abd. 2016. Pemikiran Akhlak Menurut Syaikh Umar bin Ahmad Al- Baradja. Jurnal Studi Insani. Vol.4. No. 2. ISSN: 2088-6303.

Hanum Alf Syahr, Zulfah. 2016. Membentuk Madrasah Diniyah Sebagai Alternatif Lembaga Pendidikan Elite Muslim Bagi Masyarakat. Jurnal Intizar. Vol. 22. No. 2.

Downloads

Published

2024-12-29

How to Cite

Nuraizah, S., & Hosaini. (2024). Peran Kecerdasan Emosional Karakter Religius Santri (Studi Kasus Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin). Edukasi : Jurnal Mahasiswa Kependidikan Islam, 3(1), 32–40. Retrieved from https://journal.unibo.ac.id/index.php/edukasi/article/view/1022